Jumat, 17 Juli 2009
Ma'rifat
Seorang yang sudah mencapai sebuah tingkat ma'rifat dia akan lupa segalanya baik itu makan, minum dll yang berhubungan dengan kemanusian karena dia sudah merasa jiwa, raganya bukan miliknya. Dia yaqin dirinya adalah cerminan dzat sejati kareana tatkala dia melihat alam jagad raya dia melihat tuhan, yang ada dalam pikiranya hanya terpusat pada satu titik yang kholik, ucapan yang dia lafadkan selalu keluar lafad Allah dan keluarnya nafas hanya diabdikan kepada yang rouh. alangkah bahagianay orang sudah mencapai tingkatan semacam itu hijab diantara dirinya dengan tuhan telah dibuka, pertumuan keduanya seperti langit dan bumi yang selalu berhadapan dan percintaan keduanya bagaikan romeo dan juliet yang saling menyebut namanya...!!!Ooooch tuhan penyatuan sudah terjadi antara dia dengan tuhan dan keabadian sudah menjadi miliknya berdua dan jangan engkau lepas kami dalam penyatuanMU............!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Seorang yang sudah mencapai sebuah tingkat ma'rifat dia akan lupa segalanya baik itu makan, minum dll yang berhubungan dengan kemanusian karena dia sudah merasa jiwa, raganya bukan miliknya. Dia yaqin dirinya adalah cerminan dzat sejati kareana tatkala dia melihat alam jagad raya dia melihat tuhan yang ada dalam pikiranya, penglihatan, ucapan dan keluarnya nafas hanya lafad
Tanpa Judul
Setiap kali kita jalan - jalan entah itu di kota ataupun di desa sering kita melihat orang - orang pengemis, anak kecil dijalanan dan pemuda - pemuda pengangguran. fenomina - fenomina semua itu membuat hati kita selalu gundah, gelisah bahkan menagis. mereka demi kelangsungan hidupnya atau hanya mencari sesuap nasi, berani menjual/menukar segalanya baik itu moral, jiwa raganya dan yang paling mengerikan adalah menjual/menukar agamanya. sehingga tatkala kita melihat mereka, kita sering bertanya kepada hatinya; siapa sich yang akan bertanggungjawab???dan pada siapa mereka mengadu nasibnya???. pertanya - pertanyaan itu sampai sekarang tidak ada yang mau menjawabnya...mungkin orang lain berfikir ketika aku memberi mereka makan, minum dan mengayomi mereka dia takut jadi miskin, galandangan dan pengangguran kalau begitu betapa jahat dunia ini....!!! betapa hinanya kita selaku sesama tidak mau membantunya dan betapa kikirnnya kita yang tidak mau mengeluarkan sebagian dari hartanya. kasian mereka dan kenapa kita tidak pernah mempunyai perasaan bahwa mereka adalah kita dan kita adalah mereka kerna meraka punya ruuuuh dan kita juga punya mungkin ketika kita mempyunyai perasaan seperti itu jiwa kita akan gundah untuk selalu membantu dan menolongnya....
"tuhan kita berjanji, berilah kami kekuatan untuk menolong mereka karena mereka adalah tanggungjawab kita bersama dan kita abdikan jiwa, raga kami untuk mereka"
Langganan:
Postingan (Atom)